Apa Perbedaan Jinja dan Otera?
Sachira
Banyak orang yang berkunjung ke Jepang sering merasa bingung dengan perbedaan antara kuil Shinto (jinja) dan kuil Buddha (otera). Keduanya sama-sama sering ditemui di kota-kota Jepang dan sekilas tampak mirip dari segi bangunan. Namun sebenarnya, kedua tempat ini berasal dari agama yang berbeda.
  • 1 WoW
Sachira
Kuil Shinto (Jinja) adalah tempat ibadah dalam agama Shinto, agama asli Jepang, yang memuja kami atau dewa-dewa yang diyakini bersemayam di alam. Gunung, pohon, sungai, dan unsur alam lainnya dihormati sebagai tempat tinggal para dewa. Di pintu masuk kuil Shinto, biasanya terdapat torii, gerbang berwarna merah yang melambangkan batas antara dunia manusia dan dunia para dewa.

Sementara itu, kuil Buddha (Otera) adalah tempat ibadah agama Buddha, yang digunakan untuk memuja Buddha, melakukan latihan spiritual, dan berdoa. Di dalam kuil Buddha terdapat patung Buddha atau Bodhisattva yang dapat dilihat secara langsung, berbeda dengan kuil Shinto yang tidak menampilkan wujud dewa secara fisik.
  • 1 WoW
Sachira
Tata cara berdoa di kedua tempat ini juga berbeda.
Di kuil Shinto, pengunjung biasanya membersihkan tangan dan mulut terlebih dahulu di tempat air (temizuya), lalu berdoa dengan tata cara dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, dan satu kali membungkuk sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih kepada dewa.
Di kuil Buddha, tidak ada tepuk tangan. Pengunjung cukup menyatukan tangan dan membungkuk dengan tenang. Suasana hening dan ketenangan batin sangat dijaga di area kuil.

Baik kuil Shinto maupun kuil Buddha merupakan tempat penting yang mencerminkan budaya dan spiritualitas masyarakat Jepang. Di kedua tempat ini, kita dapat merasakan nilai-nilai Jepang seperti rasa hormat, ketenangan, serta hidup selaras dengan alam.
  • 1 WoW